Plan International Indonesia, Call for proposal 437 views

Job Expired
Location: Jakarta, Indonesia Country Office
Application Deadline: 18 November 2019
Contract Type: Professional Service Contract
Working Language:                                                                                                                                       Bilingual (Bahasa Indonesia and English deliverables are all in English

Kerangka Acuan

Roadshow 16 Hari Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan

Girls Leadership – #SpeakUp Movement on Violence Against Women and Children

Jabodetabek, 25 November – 10 Desember 2019

 

Latar Belakang

“I think that a woman leader should see a community with its problems, but we should also all work together and she should advise us so that we improve, for the community to progress and overcome its problems, by finding what we need.” Testimoni tersebut dikutip dari laporan Taking the Lead: Girls and Young Women on Changing the Face of Leadership yang dirilis pertengahan tahun 2019. Studi kolaboratif Plan International dan Geena Davis Institute on Gender in Media tersebut mengambil data dari setidaknya 10.000 anak perempuan dan perempuan muda di 19 negara, yang tersebar di Amerika, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.[1]

 

Salah satu variabel menarik yang menjadi hasil studi adalah area-area kunci dan menentukan pentingnya peran pemimpin perempuan dalam isu tersebut. Di antaranya: pendidikan, kemiskinan, kasus kekerasan terhadap anak, eksploitasi, pekerja anak, kekerasan berbasis gender, isu perkawinan anak, dan pentingnya membangun komunitas para pemimpin-pemimpin perempuan. Temuan studi mengungkapkan bahwa pemimpin perempuan bisa diandalkan untuk menyelesaikan enam persoalan di atas. Pemimpin perempuan memiliki kesempatan yang sama dan bahkan lebih baik memperbaiki kualitas hidup masyarakat.[2]

 

Dalam konteks Indonesia, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin mengkhawatirkan. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat 1 dari 3 anak laki-laki dan 1 dari 5 anak perempuan menjadi korban kekerasan. Komnas Perempuan menyatakan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2018 sebesar 406.178, jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 384.466. Di sisi lain, kita bisa melihat angka ini sebagai upaya pelaporan yang telah dilakukan –baik oleh korban, penyintas, maupun masyarakat.

 

Relevansi studi oleh Plan International dan Geena Davis Institute on Gender in Media dengan data dari Indonesia di atas menunjukkan: pertama,  bahwa persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan adalah persoalan kritis dan membutuhkan upaya kolaborasi lintas-pihak untuk mencegah dan menyelesaikannya. Kedua, dibutuhkan kepemimpinan perempuan untuk bersama-sama menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Upaya mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan kepada anak-anak perempuan dengan menyiapkan mereka sebagai pemimpin-pemimpin/ agensi-agensi yang siap mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ketiga, upaya pencegahan kekerasan dapat dilakukan melakukan melalui budaya dan pendidikan populer yang kontennya ramah terhadap anak-anak, khususnya anak perempuan.

 

Yayasan Plan International Indonesia berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan roadshow diskusi musikal 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) di 16 sekolah setara SMP dan SMA yang tersebar di Jabodetabek. Upaya ini dilakukan sebagai upaya melakukan kampanye mencegah dan melawan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kampanye melalui diskusi musikal dipilih karena musik adalah media penyadaran efektif yang menjadi bahasa universal, mampu menggugah sisi emosional pendengarnya. Lirik musik dan lagu tersebut kemudian dipadukan dengan konten diskusi, presentasi, serta interaksi maka akan menjadi ruang kampanye kritis, penyadartahuan bagi peserta, dan ruang membangun narasi alternatif berperspektif anak perempuan.

 

Tujuan dan Keluaran yang Diharapkan

Roadshow Diskusi Musikal 16 HAKTP #SpeakUp Movement memiliki tujuan dan keluaran sebagai berikut:

 

Tujuan

Keluaran yang Diharapkan

(Expected Output)

  • Forum penyadartahuan bagi pelajar sekolah, khususnya setara SMP dan SMA mengenai kekerasan terhadap anak dan perempuan
  • Peserta pelajar mengetahui dan memahami mengenai kekerasan terhadap anak dan perempuan: apa itu kekerasan terhadap anak dan perempuan, apa saja jenisnya, bagaimana mereka bisa berperan mencegah dan melawan, dsb.
  • Mendorong para peserta, khususnya para peserta anak-anak perempuan untuk berdaya menjadi pemimpin dalam mencegah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan
  • #SpeakUp Girls Leader sebagai sebuah inisiatif yang berisi para peserta roadshow terpilih untuk menjadi pemimpin/ champion di masing-masing sekolah.
  • Menggugah empati peserta melalui diskusi musikal dan memberikan respon kritis terhadap pendekatan yang dilakukan
  • Peserta berempati dan mulai kritis terkait kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui perspektif gender.
  • Mengujicobakan pendekatan diskusi musikal di dalam kampanye-kampanye sosial, khususnya kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan
  • Gagasan sosial dari peserta yang menawarkan kebaruan dalam mencegah dan melawan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

 

Waktu Pelaksanaan Kegiatan

 

20 November Induction
21-24 November Persiapan
25 November–10 Desember Roadshow 16 HAKTP ke 16 sekolah yang tersebar di Jabodetabek
11-20 Desember Reporting development

 

Spesifikasi Vendor

 

  1. Menyuarakan isu sosial dan kemanusiaan melalui karya-karyanya
  2. Memiliki karya musik mengenai kesetaraan gender adalah nilai tambah
  3. Memiliki pengalaman untuk melakukan tur ke komunitas/ sekolah/ kampus dalam kegiatan kampanye sosial dan kemanusiaan
  4. Memiliki jejaring sekolah/ komunitas/ kampus adalah nilai tambah
  5. Berkenan mengikuti rangkaian roadshow di 16 sekolah di Jabodetabek

Format dan Alur Kegiatan

Format kegiatan menggunakan diskusi musikal sebagai pendekatan dan kampanye, dengan alur acara sebagai berikut:

 

Waktu

Kegiatan

Pengisi Acara dan Keterangan

10.00 – 12.00 Persiapan acara
12.00 – 13.00 ISHOMA Makan siang disediakan oleh YPII
13.00 – 13.15 Pembukaan acara
  • 5’ untuk pembukaan dan ice breaking
  • 5’ sambutan sekolah
  • 5’ pengisian pre-test

 

13.15 – 13.45 Presentasi musik 1 30’

Pengisi Acara Diskusi Musikal

Lagu #1 akan memantik diskusi bagi sesi dari YPII

13.45 – 14.45 Paparan Yayasan Plan International Indonesia 60’

  • Apa itu YPII dan ranah kerja kita?
  • Mengapa YPII melihat pentingnya mengadakan roadshow dan kegiatan ini?
  • Pesan apa yang ingin YPII sampaikan di dalam kegiatan ini?
  • Ajakan apa yang ingin kami suarakan dan butuh para peserta untuk terlibat?

Podcast model 20 menit

Tanya jawab 40 menit

Tentang podcast model:

Poscast model adalah bentuk diskusi yang dipandu oleh satu orang (layaknya pemandu podcast) secara interaktif dan melibatkan 1-2 orang pembicara. Dalam rentang waktu yang ditentukan, akan ada sejumlah pertanyaan kunci yang akan diajukan dan dijawab secara vibrant dan tidak membosankan layaknya mendengarkan podcast.

 

20 menit pertama adalah diskusi antara pemandu dengan narasumber.

 

40  menit adalah kesempatan peserta forum untuk mengajukan pertanyaan/ komentar/ tanggapan.

14.45 – 15.15 Diskusi musikal 30’

Pengisi Acara Diskusi Musikal

15.00 – 15.15 Penutupan
  • 5’ pengisian post-test
  • 10’ closing dan flash mob serta deklarasi “Speak Up”

 

Tentang Pelaksana

Yayasan Plan International Indonesia, mulai bekera di Indonesia sejak 2 September 1969 berdasarkan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Republik Indonesia. Pada 15 Juni 2017, Plan International Indonesia berubah menjadi Yayasan Plan International Indonesia (YPII) dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Perubahan ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak anak dan anak perempuan Indonesia. YPII memiliki tujuan untuk membangun kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya yang lebih luas untuk memberikan dampak pembangunan yang berkelanjutan.

 

Program YPII terdiri dari: (1) Keterampilan dan Kesempatan untuk Pemberdayaan Ekonomi Anak Muda, (2) Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja, (3) Kepemimpinan Anak Perempuan, (4) Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, dan (5) Resiliensi dan Respon Kemanusiaan. Selain kelima program tersebut, YPII secara aktif menyuarakan kampanye global “Girls Get Equal” agar anak perempuan dan perempuan muda mampu membuat keputusan tentang kehidupan mereka dan berdaya menentukan mimpi serta nasibnya.

REGISTER/LOGIN to read more, it's FREE
  • This job has expired!
Email Me Jobs Like These
Showing 1–0 of 0 jobs
Share this job
Company Information
Connect with us
Contact Us

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

About us / Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE