OPEN FOR PROPOSAL – Inclusive Recycling Indonesia Project

Terms of Reference

Program Pengelolaan Sampah Kemasan

 

  1. Gambaran Umum

Latar Belakang

Untuk mewujudkan Indonesia bersih 2020, pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan telah melakukan banyak inisiatif seperti peningkatan infrastruktur persampahan, dan juga peningkatan kapasitas bagi pelaku pengelola sampah dan daur ulang. Inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti TPS3R, Bank Sampah dan sejenisnya adalah solusi yang tepat untuk mengumpulkan sampah dari rumah tangga. Namun sayangnya banyak fasilitas yang belum beroperasi dengan maksimal. Berangkat dari situasi ini, perlu dilakukan usaha untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan agar dapat:

 

  • Mengurangi jumlah sampah kemasan yang terbuang ke laut
  • Mewujudkan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah kemasan
  • Meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat yang bekerja di sektor pengelolaan sampah seperti pemulung dan kelompok masyarakat atau pelaku 3R (reduce, reuse, dan recycle)

 

Tujuan Umum

Tujuan dari program ini adalah menaikkan tingkat pengumpulan sampah kemasan plastik yang memiliki ekonomi sirkular seperti PET, PP, HDPE; dan sampah kemasan berbasis kertas dengan cara mengembangkan dan mengoptimalkan fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar dapat mendorong ekonomi sirkular, memperkuat rantai daur ulang seklaigus meningkatkan kesejahteraan pemulung.

 

Sasaran

Sasaran dari program ini adalah kelompok masyarakat dan pelaku daur ulang di perkotaan yang berada di sekitar fasilitas pengelolaan sampah namun belum beroperasi secara maksimal.

 

Strategi Implementasi

  • Peningkatan kapasitas Pemerintah dan masyarakat yang disasar. Hal ini dapat dicapai diantaranya melalui pelibatan seluruh pemangku kepentingan pada saat perencanaan, implementasi, pemanfaatan dan pemantauan proses pengelolaan sampah di fasilitas-fasilitas disebut di atas.
  • Adanya mobilisasi sumberdaya masyarakat untuk intervensi di tingkat rumah tangga dalam perubahan perilaku, seperti pemilahan sampah
  • Kelompok pelaksana mendapatkan dukungan teknis untuk memproduksi dan memasarkan produk yang mendukung daur ulang sampah.
  • Bekerjasama dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan ekonomi sirkular sehingga menjadi usaha yang berkelanjutan dan taat terhadap kebijakan sosial dan lingkungan

 

  1. Lokasi Proyek

Program ini rencananya akan diimplementasikan di wilayah-wilayah dengan tingkat pengumpulan sampah yang rendah, namun terdapat komitmen yang tinggi dari pemimpin lokal. DI akhir, penentuan lokasi yang akan disasar melalui program ini, didapat melalui diskusi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota terpilih.

 

  1. Target Penerima Manfaat

Proyek ini direncanakan untuk memberikan manfaat bagi lebih dari 10.000 orang di lokasi terpilih.

 

  1. Ruang Lingkup Proyek

Tujuan Khusus

  1. Terbentuknya fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang beroperasi secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi panutan dalam pengelolaan sampah yang menyeluruh.
  2. Pemangku kepentingan pengelolaan sampah dan daur ulang berkontribusi sesuai dengan peran dan fungsinya yang tertuang dalam regulasi di tingkat nasional dan daerah
  3. Peningkatan efektivitas kerja fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat
  4. Peningkatan jumlah sampah kemasan yang terkumpul baik melalui jaringan formal dan informal dan meningkatkan nilai ekonomisnya
  5. Peningkatan kesejahteraan bagi pengelola sampah dan atau pelaku daur ulang dengan menerapkan standarisasi kesehatan dan keselamatan kerja, asuransi kesehatan termasuk didalammya UMR/UMK

 

Keluaran

  1. Pengelolaan sampah yang beroperasi dan berkelanjutan secara ekonomi dan sosial di tingkat kelurahan dan/atau yang setara dan berjejaring dengan jaringan daur ulang
  2. Masyarakat berkontribusi aktif dalam 3R  dan  membiayai pengelolaan sampahnya
  3. Kelompok pengelola sampah dan pelaku daur ulang mampu menjalankan fungsinya
  4. Terwujudnya keterlibatan pemerintah di level nasional dan kabupaten/kota dalam infrastruktur, operasional, pembiayaan dan regulasi dalam pengelolaan sampah.
  5. Adanya kegiatan bisnis yang berkelanjutan dari sampah kemasan yang dikumpulkan pelaku 3R dan/atau pengelola sampah formal dan/atau informal termasuk pelaku daur ulang (pemulung, pelapak, dll) bekerja dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang standard, dan pendapatan yang sesuai dengan peraturan yang ada

 

Indikator Keberhasilan

  • Disepakatinya model pengelolaan sampah dari rumah tangga
  • Beroperasinya fasilitas pengelolaan sampah dengan kapasitas pengelolaan sampah minimal 3 ton/hari
  • 50% masyarakat yang memisahkan sampah di RT
  • 50% masyarakat yang mau membayar iuran kepada fasilitas pengelolaan sampah atau sejenisnya
  • Adanya kontribusi dari masyarakat dalam bentuk tenaga, uang atau barang
  • Kelompok masyarakat mampu menjalankan fasilitas pengelolaan sampah atau yang sejenis sehingga menjadi bisnis sosial
  • Kelompok pengelola mampu membuat laporan keuangan yang dapat diaudit
  • Kontribusi dari pemerintah baik melalui sumber daya baik infrastruktur, maupun dana
  • Peningkatan nilai jual dari sampah kemasan yang terkumpul
  • Usaha daur ulang yang berkembang dan memenuhi standard sosial dan lingkungan
  • Teridentifkasinya jaringan-jaringan daur ulang
  • Terdaftarnya para pelaku daur ulang dalam BPJS Kesehatan

 

  1. Pendekatan

Prinsip pendekatan pelaksanaan proyek adalah sebagai berikut:

  • Berbasis masyarakat. Seluruh proses perencanaan kegiatan proyek dan pelaksanaan kegiatan menyertakan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat tidak terkecuali perempuan. Hal ini sebagai pengejawantahan atas pemenuhan kebutuhan masyarakat atas sarana air minum dan sanitasi, sehingga diharapkan sarana yang terbangun dipelihara dan dikelola oleh masyrakat.
  • Kemitraan, antara pemerintah, sektor usaha, lembaga masyarakat serta dengan masyarakat setempat dalam penyelenggaraan proyek.
  • Partisipatif, artinya masyarakat terlibat secara aktif dalam seluruh kegiatan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pemanfaatan.
  • Transparansi. Penyelenggaraan kegiatan proyek dilakukan bersama dengan masyarakat dan seluruh kegiatan dapat diakses data/informasinya melalui media oleh pemangku kepentingan setempat.
  • Tanggap kebutuhan. Penyelenggaraan kegiatan proyek haruslah dilandasi oleh kebutuhan masyarakat akan fasilitas manajemen sampah, dengan memberi kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untuk memberikan pilihan dan hak bersuara dalam proses pelaksanaan proyek.
  • Tepat Mutu artinya pembangunan yang berkualitas. Semua fasilitas yang dibangun harus memenuhi rancangan/disain dan standar teknik yang ditetapkan, dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas.
  • Kesinambungan/Keberlanjutan sarana
  • Keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah, artinya orientasi kegiatan dalam proses maupun pemanfaatan berguna bagi masyarakat berpenghasilan rendah
  • Kesetaraan Gender, artinya pelaksanaan proyek memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan, seperti halnya laki-laki, untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan/pengelolaan proyek di masyarakat.
  • Dapat dipertanggung jawabkan. Penyelenggaraan kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan dalam hal tepat sasaran, tepat waktu, tepat pembiayaan dan ketepatan mutu pekerjaan.

 

  1. Waktu Pelaksanaan

Durasi pelaksanaan proyek adalah 36 bulan sejak dilakukannya penandatanganan kontrak..

 

  1. Perencanaan dan Pelaporan
  • Calon mitra pelaksana menyiapkan rencana manajemen proyek paska dirilisnya Surat Perintah Kerja dan sebelum dilakukannya kick-off meeting
  • Calon mitra pelaksana menyerahkan laporan kemajuan proyek setiap kwartal
  • Calon mitra pelaksana menyerahkan laporan akhir proyek, selambat-lambatnya tiga bulan paska penyelesaian proyek
  • Calon mitra pelaksana menyerahkan ringkasan kemajuan proyek bagi pemangku kepentingan setempat setiap bulan

 

  1. Kualifikasi yang Dibutuhkan

Calon mitra pelaksana diharapkan memiliki kualifikasi berikut:

  • Memiliki pengetahuan mengenai daur ulang dan sosial bisnis
  • Memiliki jaringan yang baik dengan sektor informal dan daur ulang baik asosiasi maupun industri daur ulang
  • Berpengalaman dalam pengembangan sosial bisnis di bidang daur ulang
  • Berpengalaman dalam menjalankan pendekatan pemberdayaan masyarakat
  • Berpengalaman dalam memfasilitasi pembangunan sarana manajemen sampah berbasis masyarakat
  • Berpengalaman dalam menjalankan teknik partisipatif untuk mobilisasi masyarakat, identifikasi masalah, perencanaan, implementasi dan pemantauan
  • Berpengalaman dalam peningkatan kapasitas bagi Pemerintah Kabupaten/Kota/Kecamatan/Desa dan organisasi/kelompok masyarakat
  • Berpengalaman dalam melakukan advokasi di sektor air minum dan sanitasi
  • Berpengalaman bekerja di lokasi proyek yang dituju atau yang memiliki karakteristik serupa

 

  1. Rincian Anggaran
  • Minimal 65% dari total biaya yang dianggarkan merupakan biaya langsung proyek dan maksimal 30% digunakan sebagai biaya tidak langsung (atau operasional proyek).
  • Diharapkan agar calon mitra pelaksana memberikan kontribusi minimal senilai 5% dari total biaya proyek.

 

REGISTER/LOGIN to read more, it's FREE
  • This job has expired!
Share this job

INCLUSIVE RECYCLING INDONESIA is a circular economy project which serves second life of solid waste through two streams: Close Loop and Open Loop. In every loop we aim to empower waste pickers to have a better livelihood and better working condition.

We are pleased to invite all of you to submit project proposal and work with us as project implementer. Should you find this information interesting, kindly follow our Term of References for the process.

Further inquiries, please contact us via <inclusive.recycling@gmail.com>

Thank you!

 

Inclusive Recycling Indonesia team

Jakarta, Indonesia

Information
  • Address DKI Jakarta

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

About us / Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE