Konsultan Perencana Kajian Potensi Wisata Kerinci – Jambi

Tahun 2014 sampai dengan 2019 menjadi tahun kreatif untuk Indonesia, dimana Kabinet Kerja melalui kementerian Pariwisata memiliki target ambius mencapai 20 juta wisatawan mancanegara dengan target devisa mencapai $ 20 Miliar (KemenPar, 2016). Harapanya, sinergisitas KLHK dan Kemen Pariwisata dapat mengoptimalkan 51 Taman Nasional, 115 Taman Wisata Alam = 2.000.000 (> 58% diatas target mikro nasional).

Adapun untuk intervensi pengelolaan kawasan berbasis pemanfaatan jasa wisata alam ditujukan untuk kawasan kelola KPHP Kerinci di Jambi. Berdasarkan pada hal tersebut maka diperlukan kajian dan studi analisis investasi yang melingkupi target bisnis – pemasaran produk: rencana investasi, rencana biaya dan perkiraan pendapatan – breakeven point. Harapanya keluaran dari kajian ini menjadi suplemen – dokumen yang terintergrasi dengan management pengelolaan KPHP Kerinci untuk melangsungkan bisnis sustainable tourism

Untuk menyusun rencana pengembangan bisnis produk berdasarkan hasil kajian potensi wisata di kawasan kelola KPHP Kerinci di Jambi maka saat ini kami membutuhkan konsultan.

Konsultan Perencana Kajian Potensi Wisata Kerinci – Jambi

 

  1. Acuan Pekerjaan
    1. Ruang Lingkup :
  • Pengumpulan informasi dan data berdasarkan pada referensi (desktop study)
  • Penyusunan dokumen – mengacu pada outline kerja di point 1.4
  • Melakukan transfer knowledge – Training capacity building (Rekomendasi)
  • Melakukan pemetaan kawasan potensi wisata (peta).
    1. Metodelogi

Kajian dilakukan berdasarkan pada:

  • Analisis data berdasarkan pada referensi à laporan studi potensi – gambaran produk
  • Verifikasi dan validasai data
    1. Output yang diharapkan :
  1. Penjabaran detail dari gambaran produk (dokumen tersaji)
  2. Analisis financial – Penatausahaan usaha
  • Rencana Investasi – modal, biaya operasional, sumber dana yang dapat dimanfaatkan
  • Analisis Investasi – Kelayakan investasi – NPV, IRR, BCR dan Pay back Period BEP
  • Perkiraan pendapatan – target jangka pendek dan target jangka panjang
  • Rencana Pembiayaan – sarana dan prasarana
  • Produk wisata terintergrasi – long trip
  • Strategi pemasaran produk
  • Matrik Rencana kegiatan – untuk mencapai target usaha
  1. Desain – peta produk

 

  1. Tugas dan Tanggung Jawab
  • Mematuhi dan menyetujui semua isi kontrak kerja yang tertera
  • Menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan
  • Melakukan studi pustaka – menyusun draft konsep outline
  • Melakukan verifikasi kepada para pihak
  • Menyusun laporan – dokumen

 

 

  1. Kualifikasi Konsultan
  • Pendidikan minimal Diploma (D3) dengan bidang pariwisata, Ekonomi, Biologi, Kehutanan atau Sosial.
  • Memiliki jaringan yang luas terkait dengan pemasaran wisata – tour operator
  • Memiliki pengetahuan terkait dengan tour operator local dan segmen pasar wisata.
  • Pengetahuan yang mumpuni terkait dengan isu ekonomi kreatif – pariwisata, kehutanan dan marketing.
  • Memiliki pengetahuan dan pengalaman dibidangnya minimal tiga tahun
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi dan berorganisasi dalam memfasilitasi sebuah proses hingga penyusunan hasil (dokumen)
  • Kemampuan dan pengalaman dalam membangun konsep hospitality pada remote area
  1. Pembayaran

Skema pembayaran yang dilakukan adalah dengan  tiga termin, adapun persentasenya adalah sebagai berikut:

  • Tahap 1 pembayaran dilakukan sebesar 30%, dengan output pengiriman tandatangan kontrak disertai outline kerja dari pihak konsultan (Output a)
  • Tahap 2 pembayaran dilakukan sebesar 30%, dengan output pengiriman draft laporan (output b)
  • Tahap 3 pembayaran dilakukan sebesar 40%, dengan output pengiriman final report (output c)
REGISTER/LOGIN to read more, it's FREE
  • This job has expired!
Share this job

Program Koridor RIMBA adalah program kerjasama pada pihak yang bertujuan untuk pelestarian hutan dan peningkatan penghidupan masyarakat yang didukung oleh Millenium Challenge Account- Indonesia (MCA Indonesia).
Lanskap Koridor RIMBA seluas 3,8 juta hektar meliputi Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat serta 19 Kabapuaten didalamnya merupakan salah satu koridor ekosistem yang sudah ditetapkan dalam Perpres13 Tahun 2012 tentang Panataan Ruang Pulau Sumatera. 
Keberhasilan Program ini bergantung pada partisipasi aktif pada pihak baik pemerintah pusat dan daerah,serta peran aktif masyarakat, swasta dan Kelompok Masyarakat. Program ini berkegiatan di delapan kabupaten di Jambi, yaitu : Kabupaten Kuantan Singingi, Dharmasraya, Tebo, Kampar, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Kerinci dan Merangin, Sumatera Barat dan Riau. 
Program MCA – Indonesia – Rimba akan berjalan selama 2 tahun, dimulai dari Januari 2016 dan berakhir pada bulan Maret 2018. Program ini didukung juga oleh Program GEF (Global Environment Facility) RIMBA, yang dikelola oleh UNEP Regional Asia – Pasifik untuk memeastikan keberlanjutan program di Koridor RIMBA selama 6 tahun. 

Connect with us

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE