KONSULTAN PENYUSUNAN POKJANAS , PROOFREADER & EDITOR KONTEN

RIMBA KORIDOR merupakan implementasi Peraturan Presiden No. 13 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera, yang selanjutnya disebut sebagai Koridor RIMBA. Lanskap Koridor RIMBA seluas 3,8 juta hektar meliputi Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat serta 19 Kabupaten di dalamnya merupakan salah satu koridor ekosistem yang sudah ditetapkan dalam Perpres. Pengelolaan di Koridor RIMBA harus merefleksikan upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kawasan hutan lindung yang ditargetkan seluas 40% dari total pulau Sumatera.

 

Dalam kerangka pembangunan ekonomi hijau, Program RIMBA bertujuan untuk:

(1) memelihara fungsi ekosistem dalam jangka panjang;

(2) meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial melalui praktik-praktik pengelolaan yang lestari dan berbasis masyarakat;

(3) mengurangi risiko sosial dan lingkungan serta kelangkaan ekologis. Program RIMBA-MCAI ini fokus pada 3 kluster yaitu:

 

a.       Kluster 1              : Dharmasraya (Provinsi Sumatera Barat), Kuantan Singingi dan Kampar (Provinsi Riau), Tebo (Provinsi Jambi)

b.      Kluster 2              : Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi (Provinsi Jambi)

c.       Kluster 3              : Merangin dan Kerinci (Provinsi Jambi)

 

Program RIMBA yang didukung oleh MCA-I ini baru dilaksanakan secara efektif pada bulan Januari 2016. Sebagai program baru yang di inisiasi secara partisipatif dengan melibatkan pemangku kepentingan di sector penataan ruang/perencanaan pembangunan wilayah, dan sektor terkait lainnya. Dibutuhkan kordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan di 3 wilayah kerja program RIMBA.

Menyadari kondisi diatas, lahirnya  lembaga multi pihak pengelolaan lanskap kawasan koridor RIMBA adalah satu hal strategis dan penting. Lembaga yang akan berperan sebagai advisory body dan coordinator dalam pembangunan berkelanjutan di kawasan koridor RIMBA. Diharapkan dengan model kelembagaan multi pihak ini, sekat-sekat birokrasi dan egosektoral bisa dihilangkan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

 

Untuk mendukung kegiatan Tata Kelola Koridor RIMBA, dibutuhkan 3 konsultan yang terdiri dari 1 Konsultan tingkat nasional akan membantu draft regulasi/ SK Pokjnas-Sekber Daerah Ekonomi Hijau RIMBA sesuai dengan format regulasi Kemenko dan mengacu kepada Naskah Akademis tata kelola ekonomi hijau RIMBA. 1 Konsultan proofreader yang akan membantu membaca dan memeriksa untuk memastikan tidak ada kesalahan ejaan, tata bahasa atau tipografi dalam bahasa Inggris terkait hasil dokumen konsep tata kelola dan kelembagaan di 3 provinsi di dalam Koridor dan 1 konsultan editor konten hasil FGD vol 1-5 yaitu membaca, mereview dan memeriksa serta merevisi namun tidak keluar konten isi dokumen serta untuk memastikan tidak ada kesalahan ejaan, tatabahasa atau tipografi dalam bahasa indonesia, serta me lay out dan menjadikan E-book, untuk mempermudah sharing knowledge dalam tata kelola koridor.

 

Saat ini kami membutuhkan :

  1. Konsultan Penyusun POKJANAS , dengan output :
    1. Tersusunnya draft regulasi/ SK Pokjnas-Sekber Daerah Ekonomi Hijau RIMBA sesuai dengan format regulasi Kemenko dan mengacu kepada Naskah Akademis tata kelola ekonomi hijau RIMBA.
    2. Tersusunya materi Pokjanas yang ditujukan ke 3 propinsi (substansi untuk pembentukan perwakilan Sekber Daerah)
    3. Terfasilitasi proses penyusunan kelengkapan PokjNas-SekBer Daerah Ekonomi Hijau RIMBA ditingkat nasional (terutama matriks Renstra Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu penting di koridor RIMBA)
  2. Proofreader , dengan output :

Dokumen (Bahasa Inggris) konsep tata kelola Dokumen Laporan Bahasa Inggris Tata kelola kelembagaan tidak ada kesalahan ejaan, tata bahasa atau tipografi.

  1. Editor Konten, dengan output :

Hasil FGD vol 1-5 sudah terperiksa secara isi dan Dokumen sudah di lay out menjadi E-book

 

Kualifikasi Umum yang diperlukan

1.       Memiliki latar belakang pendidikan minimum Strata 1 bidang pengelolaan sumberdaya alam (Kehutanan, Pertanian, Perkebunan termasuk bidang  hukum/Planologi/ sosial /Sastra dan atau bidang lainnya yang relevan)

2.       Memiliki pengalaman minimal 5 tahun bekerja dengan Kementerian dan Lembaga terkait pengelolaan sumber daya alam di tingkat Nasional (khusus untuk konsultan penyusunan Materi POKJANAS)

3.       Memiliki pengalaman minimal 5 tahun bekerja sebagi proofreader (untuk konsultan proofreader) dan memiliki sample editorial dalam Bahasa Inggris

4.       Memiliki pengalaman dalam  penulisan dokumen (Untuk editor Konten) dengan sample editorialnya ataupun pengalaman sebagai peneliti secara akademis

 

 

REGISTER/LOGIN to read more, it's FREE
  • This job has expired!
Share this job

Program Koridor RIMBA adalah program kerjasama pada pihak yang bertujuan untuk pelestarian hutan dan peningkatan penghidupan masyarakat yang didukung oleh Millenium Challenge Account- Indonesia (MCA Indonesia).
Lanskap Koridor RIMBA seluas 3,8 juta hektar meliputi Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat serta 19 Kabapuaten didalamnya merupakan salah satu koridor ekosistem yang sudah ditetapkan dalam Perpres13 Tahun 2012 tentang Panataan Ruang Pulau Sumatera. 
Keberhasilan Program ini bergantung pada partisipasi aktif pada pihak baik pemerintah pusat dan daerah,serta peran aktif masyarakat, swasta dan Kelompok Masyarakat. Program ini berkegiatan di delapan kabupaten di Jambi, yaitu : Kabupaten Kuantan Singingi, Dharmasraya, Tebo, Kampar, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Kerinci dan Merangin, Sumatera Barat dan Riau. 
Program MCA – Indonesia – Rimba akan berjalan selama 2 tahun, dimulai dari Januari 2016 dan berakhir pada bulan Maret 2018. Program ini didukung juga oleh Program GEF (Global Environment Facility) RIMBA, yang dikelola oleh UNEP Regional Asia – Pasifik untuk memeastikan keberlanjutan program di Koridor RIMBA selama 6 tahun. 

Connect with us

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE