Konsultan Pengembangan Kegiatan Livelihood Berkelanjutan  untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pada Ekosistem Gambut Kelurahan Muara Ampolu 195 views

Job Expired

KONSULTAN

 (Team/Institusi)

 Pengembangan Kegiatan Livelihood Berkelanjutan  untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pada Ekosistem Gambut Kelurahan Muara Ampolu

Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan

 (code: Livelihood IKI-Muara Ampolu)

 

Indonesia saat ini memiliki kawasan lahan gambut tropis terluas di dunia dengan 22 juta hektar yang tersebar di Kalimantan, Papua dan Sumatera. Lahan gambut bagi Indonesia memiliki nilai yang sangat penting karena mampu menyimpan karbon 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan hutan hujan tropis biasa atau tanah yang bermineral, dan 90% diantaranya disimpan di dalam tanah. Lahan gambut bisa melepaskan karbon selama bertahun-tahun jika pepohonan di atasnya ditebang, dan mengakibatkan perubahan tatanan tanah gambut atau jika dibakar

Kawasan gambut sebagai  penyimpanan karbon dunia kini semakin menyusut seiring dengan hancurnya lahan gambut di kawasan tropis di Indonesia akibat konversi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dan industri kertas. Hilangnya cadangan karbon, membuat lahan gambut Indonesia kini menjadi salah satu sumber utama emisi karbon dunia dan perubahan iklim.

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) Nomor 14/Permentan/ PL.110/2/2009 Tahun 2009  telah mengatur kriteria lahan gambut untuk kebun kelapa sawit.  Budidaya kelapa sawit pada lahan gambut selalu melibatkan pengelolaan tata air, pemadatan tanah, dan pemupukan, dan jika ketiga faktor tersebut tidak dikelola dengan baik, kelestarian lahan gambut akan terancam. Pengelolaan tata air yang buruk akan berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan produksi. Level air yang terlalu rendah akan meningkatkan laju subsiden dan resiko kecelakaan kebakaran gambut. Drainase yang buruk akan menyebabkan kondisi kering tak balik (irreversible). Oleh karena itu pengelolaan tata air adalah syarat awal keberhasilan pengelolaan lahan gambut. Level air merupakan faktor penting dalam menentukan regulasi emisi gas rumah kaca pada tanah gambut. Level air yang semakin rendah akan meningkatkan emisi CO2 dan N2O, sedangkan kondisi banjir akan menghasilkan emisi CH4.

Conservation International Indonesia (CII) melalui program (IKI)  Mitigasi dan Adaptasi Melalui Konservasi dan Penghidupan Berkelanjutan di Ekosistem Bakau dan Gambut Indonesia memberikan peluang kepada pegiat lingkungan dan pembangunan sumberdaya berkelanjutan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kapasitas masyarakat untuk memperoleh manfaat dan penghidupan yang lebih baik dari keberadaan ekosistem gambut di daerah melalui pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat terkait dengan lingkungan.

Untuk Sumatra Utara kegiatan Mitigasi dan Adaptasi melalui program IKI untuk mendukung penghidupan ekonomi masyarakat yang berada di kawasan ekosistem gambut dilaksanakan di  Pantai Barat Sumatra Utara pada Kabupetan Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.  Di Kabupaten Tapanuli Selatan kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat ekosistem gambut, akan dilaksanakan di Kelurahan Muara Ampolu Kecamatan Muara Batang Toru. Kelurahan Muara Ampolu adalah transmigrasi suaka mandiri  pada tahun 1985, dengan luas wilayah 2000 Ha, dan jumlah rumahtangga sekitar 350 KK  dan diperkirakan 50% areanya adalah lahan gambut. Pada awalnya daerah ini diprioritaskan untuk pembangunan tanaman pangan khususunya padi. Dan Pemerintah membangun jaringan irigasi dan pembuatan bloking sawah, namun sayang pencetakan sawah tidak bisa berlanjut oleh karena lahan yang direncanakan untuk persawahan tidak bisa diairi oleh air. Pembangunan parit dan irigasi pada lahan membuat lahan gambut menjadi kering, dalam kondisi seperti ini masyarakat tidak mampu lagi mengelola lahannya bertanam padi. Seiring dengan perkembangan waktu tahun 2004 mulai ada  pengembangan Perkebunan Sawit oleh para Investor di wilayah Kec. Muara Batang Toru, yang mendorong masyarakat mengkonversikan lahannya dengan menanam kelapa sawit pola sawit mandiri.  Dan saat ini usaha ekonomi utama masyarakat Kel.Muara Ampolu adalah sebagai petani kelapa sawit.

Thn 2018-2020 Conservation International Indonesia melalui Program GGP (Good Growth Partnership) difasilitasi oleh UNDP telah melakukan pemberdayaan sekitar 75  petani sawit mandiri di Muara Ampolu melalui kegiatan Sekolah Lapang Kelapa Sawit untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknik budidaya kelapa sawit secara berkelanjutan. Keterbatasan materi dan  pengetahuan petani selama ini dalam pengelolaan kebun sawitnya  baik pada tanah mineral dan tanah  gambut membuat produktifitas lahan perkebunan rendah, sehingga masyarakat masih melakukan usaha ekonomi lain untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

Melalui program IKI dikembangkan jalur pembangunan hijau (terkait dengan restorasi ekosistem, praktik produksi berkelanjutan dan peningkatan akses ke pasar ramah lingkungan) yang diadopsi oleh anggota masyarakat lokal dan swasta.  Pengembangan ekonomi hijau bersama masyarakat di Kelurahan Muara Amplolu dengan target 150 KK yang bermukim di kawasan ekosistem gambut dengan menggali potensi kegiatan ekonomi dari kawasan gambut yang selama ini telah dilakukan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan selain berkebun kelapa sawit.

 

DURASI KONSULTANSI:

240 hari, diharapkan mulai sejak October 2021 hingga akhir May 2022 (8 Bulan).

 

LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan utama yang akan dilaksanakan Konsultan sebagai berikut:

  1. Menyusun rencana kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat Kelurahan Muara Ampolu
  2. Rapid livelihood assessment dan pemetaan beneficiaries serta pemetaan stakeholder
  3. Menggali potensi usaha ekonomi Kelurahan Muara Ampolu
  4. Melakukan sosialisasi dan seleksi beneficiaries
  5. Membentuk kelompok tani usaha ekonomi masyarakat
  6. Menyusun Modul Pelatihan sesuai jenis usaha yang akan dikembangkan
  7. Melaksanakan pelatihan usaha ekonomi sesuai kebutuhan masyarakat
  8. Membangun usaha ekonomi masyarakat
  9. Pemeliharaan dan Pendampingan kelompok usaha
  10. Pelatihan pengolahan hasil panen dan pemasaran
  11. Penguatan keorganisasian kelompok usaha dan kegiatan keuangan
  12. Monitoring dan Evaluasi serta pelaporan

 

 

TANGGUNGJAWAB & HASIL KERJA

 

NOActivityDeliverablesDue DateValue
1Pembuatan rencana kerja, rapid livelihood assessment, menggali potensi usaha ekonomi masyarakat Kelurahan Muara Ampolu–    Rencana kerja Program Pengembangan ekonomi masyarakat ekosistem gambut Kelurahan Muara Ampolu.

–    Laporan hasil rapid livelihood assessment dan laporan potensi usaha ekonomi masyarakat Muara Ampolu

Bulan 1 -215%
2Sosialisasi dan seleksi Beneficiaries dan pembentukan kelompok–     Laporan hasil sosialisasi dan daftar beneficiaries

–    Dokumen dan legalitas kelompok.

3–        Menyusun Modul Pelatihan sesuai dengan jenis usaha.

–        Pengadaan material dan bahan usaha ekonomi.

–        Distribusi material dan bahan

–        Melaksanakan pelatihan usaha ekonomi masyarakat

–       Modul pelatihan sesuai Jenis Usaha.

–       Laporan distribusi bahan dan material usaha.

–       Laporan pelatihan

Bulan ke 3-415%
4Pemeliharaan  Usaha, Pelatihan lanjutan dan pendampingan kelompok usaha ekonomi masyarakat.Laporan perkembangan usaha dan laporan pelatihanBulan ke 5-630%
5Pelatihan Penguatan Organisasi Usaha dan keuangan

Pelatihan Pengolahan hasil panen dan pemasaran

Pelatihan Perlindungan Gambut dan membangun kesepakatan perlindungan gambut oleh anggota pemilik usaha

Fasilitasi Kelompok Usaha dengan Dinas Terkait

–   Laporan pelatihan, terbentuk kegiatan keuangan mikro

–   Modul pengolahan hasil  dan pemasaran serta laporan pelatihan

–   Dokumen perjanjian perlindungan gambut

Bulan ke 725%
6Monitoring dan EvaluasiLaporan akhir dan rencana tindak lanjut Usaha Ekonomi Masyarakat.Bulan ke 815%

 

KUALIFIKASI KANDIDAT/PELAMAR

  1. Setidaknya 3 tahun berpengalaman dalam kegiatan pengembangan masyarakat di Sumatera Utara, khususnya Muara Ampolu
  2. Tim mempunyai keahlian dalam pengembangan masyarakat, termasuk pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pelatihan
  3. Pernah bekerja dan mengetahui keadaan masyarakat, khususnya masyarakat di lokasi pelaksanaan proyek
  4. Paham tentang masalah konservasi, hutan bakau dan gambut serta persoalan sosial masyarakat di Muara Ampolu
  5. Mempunyai pengalaman dan kemampuan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.

 

PROSES APLIKASI & SELEKSI

Kandidat/Pelamar mengirimkan:

  1. Profile Tim, Yayasan atau Organisasi
  2. CV Anggota tim
  3. Proposal Kegiatan berisikan uraian (1) Metodelogi Pelatihan (2) Workplan dan Timeline, (3) Usulan Biaya

 

Surat Lamaran, CV, dan Proposal (beserta 3 komponen detail) dikirim ke

ci-indonesia.hrd@conservation.org

dengan format “subject” email:

 < Livelihood IKI-Muara Ampolu> – <nama-pelamar>

Batas waktu pengiriman Aplikasi pada  05 October 2021 Pukul 17.00 WIB

(Hanya Aplikasi yang lolos seleksi yang akan dihubungi untuk sesi Wawancara)

Tentang CI, selengkapnya pada:

Indonesia.conservation.org // www.conservation.org

 

 

  • This job has expired!
Email Me Jobs Like These
Showing 1–0 of 0 jobs
Share this job
Company Information
Connect with us
Contact Us

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

About us / Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE