Konsultan Pelatihan Pertanian

Koridor RIMBA berlokasi merupakan perwujudan amanat Peraturan Presiden no. 13 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera tentang pengembangan koridor ekosistem. Kawasan Ekosistem Terpadu RIMBA – disebut juga Koridor RIMBA – adalah salah satu dari lima koridor ekosistem yang tercantum dalam Perpres itu. Koridor ini berfungsi mempertahankan konektivitas satwa liar sekaligus untuk menekan potensi konflik antara manusia dengan satwa liar. Koridor ini meliputi lebih dari 3,8 juta hektar dengan 19 kabupaten di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat. Sebagian besar RIMBA Koridor adalah di Jambi (2,1 juta hektar, atau 54%), dengan sekitar sepertiga di Sumatera Barat (1,3 juta hektar, atau 35%), dan sisanya di Riau (440.000 hektar, atau 11%). Koridor RIMBA sangat penting untuk penyerapan karbon dan pembangunan ekonomi, mencakup tiga daerah aliran sungai (DAS) penting – Indragiri Hulu, Kampar dan Batanghari – yang menyalurkan air ke luasan wilayah lebih dari satu juta hektar.

Kerangka pembangunan ekonomi hijau Program RIMBA bertujuan untuk: (1) memelihara fungsi ekosistem dalam jangka panjang; (2) meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial melalui praktik-praktik pengelolaan yang lestari dan berbasis masyarakat; (3) mengurangi risiko sosial dan lingkungan serta kelangkaan ekologis.

Melalui pendanaan MCA-I, Guna mendukung keberhasilan pengembangan karet, pasca pelatihan Budidaya Tanaman Karet perlu dilakukan peningkatan kapasitas petani karet melalui pelatihan pembuatan pengental getah tanpa zat kimia (Dourob sop) guna membantu petani menghindari bahan-bahan kimia dalam budidaya karet dan menerapkan sadap (takik) yang baik dan benar. Untuk mewujudkan capaian tersebut perlu direkrut konsultan pelatih sekaligus menyediakan pengadaan barang.

Saatini kami membutuhkan :

Konsultan Pelatihan Pertanian  

Tujuan

  • Petani mampu membuat sendiri pengental getah yang baik dan terhindar dari penggunaan bahan kimia dalam berbudidaya karet dan mendapatkan kualitas bokar yang baik dan bersih.
  • Petani mendapatkan peralatan yang baik sehingga Batang pohon tidak cepat rusak dan bisa meningkatkan hasil produksi.

 

Output

  • Adanya Modul pembuatan Dourob sop
  • Terlatihnya 25 orang dari Perwakilan 11 kelompok Petani karet di kabupaten Dharmasrayamampu membuat pengental getah (Dourob sop) secara mandiri yang bebas dari zat kimia.
  • Adanya peralatan pembuat Dourob sop sebanyak 11 unit untuk mengolah Dourob sop kepada 11 Kelompok petani karet dampingan di kabupaten Dharmasraya pada saat pelatihan, masing-masing kelompok mendapatkan 1 unit alat pengolah.
  • Mengadakan 500 unit peralatan produksi karet dan dibagikan kepada 100 orang petani karet dampingan di kabupaten Dharmasraya mendapatkan peralatan produksi.
    • Batu Asah Grid 150 @ 100 unit,
    • Batu Asah Grid 600 @ 100 unit,
    • Pisau sadap Bawah @ 100 unit,
    • Pisau Sadap Atas @ 100 unit,

 

Tanggung Jawab

  • Melatih 25 Petani karet
  • Menyusun rencana kerja dan kegiatan (Timeline)
  • Melakukan pelatihan untuk kelompok Tani Karet
  • Melakukan peran fasilitator
  • Menyusun dan membuat Modul
  • Menyusun laporan
  • Pengadaan Peralatan:
    • 500 unit peralatan produksi karet (Batu Asah Grid 150 @ 100 unit, Batu Asah Grid 600 @ 100 unit, Pisau sadap Bawah @ 100 unit, Pisau Sadap Atas @ 100 unit, Pembeku Getah @ 100 unit)
    • 11 unit Alat pembuat Dourob sop (Pembeku Getah)
    • Material PelatihanKualifikasi
      • Memahami materi-materi dan peralatan yang akan disampaikan
      • Memiliki kemampuan melatih para petani karet
      • Pernah bekerja dalam melatih petani karet
      • Memiliki kemampuan membuat modul
      • Minimum SMA atau sederajat
      • Memiliki pengalaman minimal 5 tahun dalam fasilitasi pelatihan bagi petani karet ataupun bekerja dengan lembaga yang sama.

        Waktu Pelaksanaan

      REGISTER/LOGIN to read more, it's FREE
  • This job has expired!
Share this job

Program Koridor RIMBA adalah program kerjasama pada pihak yang bertujuan untuk pelestarian hutan dan peningkatan penghidupan masyarakat yang didukung oleh Millenium Challenge Account- Indonesia (MCA Indonesia).
Lanskap Koridor RIMBA seluas 3,8 juta hektar meliputi Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat serta 19 Kabapuaten didalamnya merupakan salah satu koridor ekosistem yang sudah ditetapkan dalam Perpres13 Tahun 2012 tentang Panataan Ruang Pulau Sumatera. 
Keberhasilan Program ini bergantung pada partisipasi aktif pada pihak baik pemerintah pusat dan daerah,serta peran aktif masyarakat, swasta dan Kelompok Masyarakat. Program ini berkegiatan di delapan kabupaten di Jambi, yaitu : Kabupaten Kuantan Singingi, Dharmasraya, Tebo, Kampar, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Kerinci dan Merangin, Sumatera Barat dan Riau. 
Program MCA – Indonesia – Rimba akan berjalan selama 2 tahun, dimulai dari Januari 2016 dan berakhir pada bulan Maret 2018. Program ini didukung juga oleh Program GEF (Global Environment Facility) RIMBA, yang dikelola oleh UNEP Regional Asia – Pasifik untuk memeastikan keberlanjutan program di Koridor RIMBA selama 6 tahun. 

Connect with us

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE