ReAdv : Call for TENDER Training & Job Matching for ICT Consultant for Bridges to the Future Project 144 views

Job Expired
LokasiJABODETABEK
Batas waktu aplikasi08 October 2021
Jenis kontrakProfessional Service Agreement
Bahasa yang digunakanBahasa Indonesia & Bahasa Inggris
Tanggal mulai kontrakSeptember 2021 – Juni 2022
Periode kontrak10 bulan

LATAR BELAKANG

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (YPII) pada tahun 2017 bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Salah satu programnya, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda (YEE), diimplementasikan dengan tujuan agar kaum muda marginal, terutama perempuan, mendapatkan pekerjaan yang layak melalui pekerjaan formal maupun berwirausaha. Sejak Oktober 2020, Program YEE memulai proyek Bridges to the Future: ASEAN Youth Employment yang bertujuan mengurangi angka tunakarya kaum muda di Indonesia di masa pandemi virus covid-19.

Krisis ekonomi yang dipicu oleh pandemi COVID-19 memengaruhi situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Sejumlah tenaga kerja terpaksa dirumahkan dan bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat terganggunya kegiatan  operasional  perusahaan  yang  terdampak  krisis  ini.  Ada enam  lapangan  usaha  yang  berpotensi  terdampak cukup parah, yaitu penyedia akomodasi, dan makanan dan minuman; perdagangan; transportasi dan pergudangan; konstruksi; industri pengolahan; dan jasa lainnya. Berdasarkan data Sakernas dan Susenas 2019, enam lapangan usaha tersebut didominasi oleh tenaga kerja dari kelompok ekonomi menengah yang mayoritas merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA). Jika dilihat dari status pekerjanya, sektor penyedia akomodasi, dan makanan dan minuman; perdagangan; serta transportasi dan pergudangan didominasi oleh pekerja informal. Selain itu, krisis ini juga berpotensi menekan tingkat partisipasi kerja perempuan, khususnya di sektor jasa lainnya dan penyedia akomodasi, dan makanan dan minuman.

Proporsi pengangguran berusia muda di Indonesia hampir menyentuh angka 20 persen pada 2020. Sementara negara lain seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia masih berada di bawah 15 persen. Data tersebut menunjukkan banyaknya masalah dalam penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Salah satunya, terkait ketidaksesuaian atau mismatch antara penciptaan lapangan kerja dengan kualifikasi lulusan baru yang terjadi sebelum pandemi covid-19.

Sebelumnya Plan Indonesia melalui proyek Bridges to the Future telah bekerjasama dengan 2 lembaga training swasta khusus untuk sektor industri IT, Konstruksi dan Manufaktur dalam hal pemberian pelatihan dan penempatan kerja kepada peserta yang telah lulus training tersebut. Merujuk pada hasil rapid assessment yang dilakukan oleh ILUNI UI untuk Plan Indonesia dalam melihat sektor industri yang masih menjalankan bisnisnya dan bahkan mengalami perkembangan selama masa pandemi covid-19 ini, dapat dilihat bahwa sektor usaha yang masih berkembang saat ini memerlukan tenaga kerja muda yang memiliki keahlian dalam bidang-bidang berikut:

  1. Marketing & Sales (communication, interpersonal skill, adaptability),
  2. UI/UX (analytical skill, user empathy, interaction design),
  3. Creative (creativity, software, visual communication)
  4. Content writer (research, writing skill, SEO).

Hal ini didukung oleh penelitian Worldbank dalam Indotask dan BAPPENAS yakni ketrampilan teknis teratas yang dibutuhkan dalam dunia tenaga kerja, diantaranya:

Pengusaha dan agen perekrutan menyebutkan bahwa dunia kerja sedang berubah dengan cepat, dan sebagai akibatnya, anak muda perlu dilengkapi dengan keterampilan untuk melupakan dan belajar kembali di setiap tahap dalam hidup mereka. Pembelajaran sepanjang hayat menjadi ciri tempat kerja masa depan, menurut pemberi kerja, dan keterampilan utama yang dibutuhkan anak muda adalah kemampuan untuk tetap fleksibel, adaptif, dan up to date dengan persyaratan tempat kerja. Sebagai contoh, bank telah beralih ke perbankan online, menjadikan pengetahuan tentang keterampilan digital sebagai kunci untuk lapangan pekerjaan di bidang perbankan. Demikian pula, pemasaran dan penjualan semakin membutuhkan tempat melalui platform online, sehingga pengetahuan tentang teknologi baru sangat penting. Pengusaha secara khusus menyoroti pentingnya berbagai keterampilan yang dapat ditransfer sebagai kunci untuk masa depan, termasuk keterampilan digital, keterampilan bahasa, memiliki ‘sikap kerja yang benar’, keterampilan komunikasi, kerja tim, dan ‘semangat untuk tidak menyerah’.

Dalam laporan awal penelitian lainnya yang dilakukan oleh ASEAN Foundation, berkolaborasi dengan Pusat Kajian Kepemudaan Indonesia (PUSKAMUDA) untuk proyek Bridges to the Future: ASEAN Youth Employment terhadap pasar tenaga kerja selama masa pandemi covid-19, terlihat bahwa sektor informasi dan komunikasi, kesehatan dan pekerjaan sosial merupakan sektor yang paling tangguh berdasarkan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di wilayah perkotaan dan pertumbuhan PDB secara keseluruhan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan beberapa sektor meningkatkan penyerapan tenaga kerja di perkotaan pada triwulan I-2021 namun sebagian besar mencatat pertumbuhan PDB negatif. Wawancara dengan 3 pakar ekonomi, mengacu pada data Badan Pusat Statistik, menemukan bahwa hanya dua sektor yang mencatat pertumbuhan PDB positif pada Q1-2021 dan Q4-2020(f). Namun demikian, enam sektor lainnya tetap menjanjikan dalam hal penyerapan tenaga kerja di perkotaan karena mereka membuat lebih dari 100.000 pekerjaan.

PROYEK BRIDGES TO THE FUTURE: ASEAN YOUTH EMPLOYMENT

YPII, bersama mitra pelaksananya, ASEAN Foundation, akan memberikan solusi vokasi dan penyaluran tenaga kerja yang sesuai dengan keadaan pasar. Tujuan proyek ini adalah membekali 5,200 anak muda usia 18-29 tahun (dimana setidaknya 55% penerima manfaatnya adalah perempuan dan 1% disabilitas) di Indonesia dengan keterampilan yang relevan untuk mendapatkan akses pelatihan soft-skills dan technical skills melalui Balai Latihan Kerja Pemerintah ataupun swasta, serta dapat menghubungkan kaum muda kepada perusahaan untuk memperoleh kesempatan bekerja.

TUJUAN PENUGASAN

Adapun tujuan kerjasama ini adalah:

  1. Meningkatkan kapasitas soft skill  dan technical skill terhadap 500 kaum muda berusia 18 – 29 tahun (55% diantaranya adalah perempuan dan 1% disabilitas) sesuai dengan ketrampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan;
  2. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk penempatan kerja bagi kaum muda yang telah dilatih.

KELUARAN YANG DIHARAPKAN

Adapun hasil yang diharapkan dari konsultansi untuk menyediakan pelatihan dan memastikan penempatan Kaum Muda di perusahaan, yakni:

  1. Tersedianya modul pelatihan soft skill dan technical skill yang telah ditinjau ulang, yang ramah terhadap kaum muda, dan juga berbasis GESI serta disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini;
  2. Terlaksananya rekrutmen 500 kaum muda berusia 18 – 29 tahun (55% diantaranya adalah perempuan dan 1% disabilitas);
  3. Meningkatnya kapasitas soft skill  dan technical skill 500 kaum muda binaan yang sesuai dengan kebutuhan industri;
  4. Mendukung Proyek Bridges to The Future untuk membuat perjanjian penempatan tenaga kerja minimal dengan 30 perusahaan;
  5. Memastikan penempatan 500 kaum muda yang telah dilatih soft skill dan technical skills kepada perusahaan yang membuat perjanjian dengan Yayasan Plan International Indonesia (YPII);
  6. Adanya laporan kegiatan beserta kompilasi kontrak pekerja yang mendapatkan pekerjaan di perusahaan.

LINGKUP PEKERJAAN

Proyek akan memilih 2 vendor yang masing-masing akan memprioritaskan penempatan kerja penerima manfaat pada perusahaan di sektor tertentu yang diprioritaskan, yaitu:

  1. Sektor 1 meliputi ICT (Software Engineer, UI/UX researcher, Content Writing, Social Media Analyst), Graphic Design and Videographer dengan target peserta 250 anak muda;
  2. Sektor 2 meliputi Sales/Marketing, Communication Skill, Bahasa Inggris dan Basic Microsoft Office, dengan target peserta 250 anak muda.

Vendor bersama dengan YPII akan meninjau modul pelatihan yang dimiliki oleh masing-masing vendor terutama berkaitan dengan aspek Gender Equality and Social Inclusion (GESI).  Setelah itu, setiap vendor akan melakukan perekrutan dan pelatihan bagi 250 anak muda, serta menyalurkan mereka ke perusahaan yang menjadi mitra dari masing-masing vendor.

Vendor juga bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan anak muda yang telah bekerja di perusahan selama 3 bulan pertama masa kerja untuk memastikan anak muda tersebut dapat bekerja dengan baik.

HASIL AKHIR DAN TARGET PELAKSANAAN

Untuk mencapai hal tersebut, penyampaian penugasan dengan estimasi waktu sesuai uraian di bawah ini:

NoObjectivesActivitiesDeliverablesCompletion Date
1PersiapanKick off meetingRencana kegiatan dan target kegiatan September 2021
2250 anak muda telah dilatih soft skill dan technical skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja1. Finalisasi modul pelatihan

2. Pelatihan soft skill dan technical skill

1. Modul pelatihan yang telah terintegrasi dengan nilai nilai GESI

2. Laporan pelatihan bagi 250 anak muda yang dilengkapi dengan:
a. Penilaian perkembangan setiap peserta (pre and post test)
b. Daftar hadir peserta
c. Daftar peserta yang memperoleh sertifikat pelatihan
d. Laporan evaluasi kegiatan pelatihan yang dilakukan

 Quarterly
3250 anak muda telah bekerja di perusahaan mitra dari Vendor1. Pengembangan jaringan kerja dengan perusahan penerima tenaga kerja

2. Penyaluran kerja anak muda

3. Monitoring

1. Data Report Perusahaan:
a. Nama Perusahaan
b. Nama PIC
c. Jabatan PIC
d. Nomor Telfon PIC
e. Data Lowongan Pekerjaan2. Report Final berupa :
a. Daftar peserta yang sudah bekerja di perusahaan yang bekerjasama.
b. Daftar perusahaan yang melakukan kerjasama beserta dengan kompilasi perjanjian kerjasama
c. Copy kontrak kerja peserta yang diterima bekerja (boleh ditutup bagian yang bersifat rahasia)
d. Daftar jenis industri yang merekrut karyawan baru
e. Logbook pendampingan
 Quarterly         Juni 2022

MASA PENUGASAN

Masa penugasan untuk kegiatan ini adalah 10 bulan terhitung dari September 2021 hingga 30 Juni 2022

PERSYARATAN VENDOR

Proyek Bridges to The Future (BTF) mencari vendor yang berpengalaman dalam memberikan pelatihan modul-modul soft skill  dan technical skill yang sesuai kriteria industri yang ditentukan, juga relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Vendor akan bekerja dengan tim internal Proyek Bridges to the Future serta didukung oleh Tim Komunikasi dan Tim Fundraising YPII.

Persyaratan untuk vendor pelatihan dan job matching, diantaranya:

  1. Memiliki pengalaman melakukan kegiatan dengan mengutamakan partisipasi kaum muda dan pernah bekerja dengan kaum muda (usia 18-29 tahun);
    • Memiliki pengalaman dalam memberikan pelatihan modul-modul soft skill dan technical skill yang sesuai kriteria industri yang ditentukan;
    • Memiliki pengalaman untuk membuat pelatihan atau pertemuan secara daring dan tatap muka yang disesuaikan dengan kebutuhan dan metode pelatihan;
    • Memiliki jaringan serta kolaborasi dengan sektor swasta atau perusahaan yang memiliki potensi untuk menyerap peserta yang sudah lulus pelatihan untuk bekerja di perusahaannya;
    • Memiliki pengalaman untuk bekerjasama dan membuat perjanjian dengan perusahaan untuk melakukan rekrutmen;
    • Memiliki pengalaman dan tim yang fokus pada Transformatif Gender dan Infklusivitas;
    • Memiliki pengalaman bekerjasama dengan Yayasan, Organisasi Non-Profit atau Agensi UN yang fokus pada Proyek Kaum Muda.

PRINSIP, PENDEKATAN DAN KODE ETIK

Vendor Plan Indonesia harus mematuhi Plan International Child and Youth Safeguarding and Protection. Vendor harus mengikuti Prinsip Etis untuk melibatkan subjek manusia dalam penelitian dan mendapatkan persetujuan tertulis / lisan dari subjek manusia. Izin dari orang tua harus dicari jika anak-anak di bawah 18 tahun terlibat sebagai subjek. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan / orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan studi dan penggunaannya. Pelatihan tentang ini akan menjadi bagian dari pelatihan yang disediakan untuk tim.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus sejalan dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan, menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, Vendor diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender, penguatan lembaga perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi perempuan dan perempuan, bekerja sama dengan laki-laki dan laki-laki untuk merangkul kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan laki-laki dalam semua keragaman mereka, dan membina lingkungan yang memungkinkan kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan.

PENGIRIMAN APLIKASI

Calon konsultan mengirimkan aplikasi ke yayasan.procurement@plan-international.org dengan subjek “Consultant Training & Job Matching for ICT BtF Project_[Nama Pelamar] sebelum pukul 17.00, 08 October 2021 dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  1. Surat Pernyataan minat;
    • Proposal kegiatan beserta dengan anggaran yang diusulkan (termasuk pajak progresif). Proposal memuat tujuan kegiatan, target peserta, deskripsi dan strategi implementasi kegiatan, identifikasi perusahaan yang akan bekerjasama dan anggaran kegiatan (beserta dengan pajak).
    • Profil Organisasi dengan informasi tentang: (a) pekerjaan relevan saat ini dan sebelumnya serta klien/pengguna (portofolio); (b) CV personel yang terlibat dalam penugasan dan tanggung jawab/peran utama mereka dalam penugasan tersebut.

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia.

Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara.

  • This job has expired!
Share this job
Company Information
Connect with us
Contact Us

NGO Job Search

CONTACT US

How we can help ? Please feel free to CONTACT US

About us / Disclaimer

DevJobsIndo.ORG is not affiliated with devjobsindo yahoo mailing groups.MORE